Jadilah Pejuang
Tidak ada yang mudah, tetapi tidak ada yang tidak mungkin.
Rendah Hatilah
Ulat yang menjijikkan itu tidak pernah menceritakan pada dunia bahwa dia akan menjadi kupu-kupu yang begitu indah.
Jadilah Teladan
Jadilah teladan dalam perkataan dan perbuatan bagi semua orang.
Tetaplah Berdoa
Doa orang benar sangat besar kuasanya. Doa adalah nafas hidup orang percaya.
Hiduplah di dalam Kasih
Kasih menjadikan hidup lebih berarti.
Rabu, 11 November 2020
Hiduplah di dalam Kasih
Berdoalah Senantiasa

Doa adalah sarana berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Apapun kesusahan dan kebahagiaan yang kita alami, kita komunikasikan kepada-Nya dalam doa.
Jangan menangis, hadapilah! Berdoalah dengan teguh.
(Sebuah Refleksi)
Sepuluh bulan telah
berlalu, namun pandemi masih menghantui.
Kepada para peserta didik dan orangtua yang sangat saya kasihi.
Nak, rajinlah belajar, jadikan doa nafas hidupmu, bantu orangtuamu, bimbing adik-adikmu, sayangi keluargamu. Itu pesan saya kepadamu dalam situasi saat ini.
Telah lama kita tidak bertemu,
tidak bertatap muka, tidak berjabat tangan, tidak beribadah bersama, tidak berjumpa
di kantin - tempat dimana kita dapat tertawa bersama. Kini kantin tidak ada
penghuninya. Ruang kelas Agama Kristen kosong, hanya ada kursi, meja, papan
tulis yang selalu putih tanpa goresan spidol. Bunga di taman kelas tidak
berganti, tidak ada kalian yang membawa bunga untuk taman kelas kita. Hanya
saya yang selalu menyiraminya. Jendela kelas pun terkadang penuh debu. Kangen
rasanya melihat kalian yang penuh dengan canda dan tawa.
Masih ingatkah kalian
ketika teman kalian terlambat masuk kelas karena kebanyakan jajan di kantin?
Ah.. lucu rasanya. Atau teman kalian yang selalu rajin bertanya namun
kata-katanya tidak beraturan? Jujur, saya rindu dengan kebersamaan itu. Apakah
kalian juga demikian? Samakah yang kita rasakan?
Nak, saya sangat sedih
mendengar teman kamu yang telah memilih untuk putus sekolah dan memilih untuk
menikah. Saya kaget luar biasa. Mengapa? Ada apa? Apa karena saya kurang
menanamkan nilai Kristiani bagi kalian? Atau karena godaan yang kalian hadapi
di sana sangat besar sehingga kalian tidak bisa lagi berpikir dengan jernih?
Atau orangtua kalian yang tidak peduli dengan kalian? Saya hanya bisa menerka,
menebak, mempertanyakannya dalam benak saya. Pesan saya, jagalah iman kalian
baik-baik ya..
Nak, jangan menangis,
hadapilah. Bila engkau sedang merasa sulit, banyak masalah, jangan engkau
tunjukkan, cerialah, yakinlah Tuhan tidak tidur dan senantiasa bersama kita.
Apapun masalah kalian, apapun beban kalian, yakinlah Tuhan akan beri
pertolongan.
Nak, saat ini kita
belajar jarak jauh. Kita memang bertemu, bertemu dalam tulisan. Saya mengirim
materi dan tugas PAK kepada kalian, dan kalian membalas dengan lembar jawaban.
Meskipun jauh, kita tetap bertemu, memang tidak puas rasanya. Mau tidak mau,
suka tidak suka, inilah kenyataan. Bukan hanya kita seperti ini, hampir seluruh
siswa di Indonesia bahkan dunia mengalami ini. Jadi, buat apa sedih, cerialah..
Sekarang tinggal bagaimana caranya supaya kalian bisa belajar dan tetap menjaga
iman kalian. Belajar itu bisa dimana saja dan kapan saja.
Saya senang dan bangga melihat
teman kalian bersama adiknya membawa bukunya sambil “ngangon” (menggembalakan) kambingnya. Dia tidak malu. Dia bantu
orangtuanya, namun tugasnya dari sekolah tetap dikerjakannya. Sekarang tinggal
bagaimana kalian membangkitkan motivasi diri kalian. Jangan boros pakai kuota,
hargai keringat orangtua kalian, sisakan uang kalian untuk beli kuota sendiri,
belajarlah berhemat, beraktivitaslah secara sehat, bermedia sosial boleh-boleh
saja, tapi belajar lebih utama. Yakinlah nak, proses tidak akan pernah
menghianati hasil. Saat ini kamu sungguh-sungguh dalam berproses, maka yakinlah
kelak kamu akan berhasil.
Untuk Bapak dan Ibu
orangtua siswa,
Terimakasih pak,
terimakasih bu, sudah bekerjasama mendidik anak kita. Saya yakin, harapan bapak
dan ibu terhadap anak kita pasti lebih besar dari harapan saya. Dukunglah
mereka, beri mereka ruang dan waktu untuk berproses, pantaulah mereka, awasi
mereka. Saya jauh di sini senantiasa berharap bahwa bapak dan ibu tetap memberi
motivasi kepada anak kita di sana.
Bapak dan Ibu, jangan
pernah lelah untuk mengingatkan mereka beribadah, berdoa dan latihlah mereka
untuk tetap disiplin dan bertanggung jawab dalam belajar. Saya yakin bahwa iman
mereka semakin bertumbuh bersama keluarga di sana meskipun pandemi melanda
kita. Saya di sini hanya bisa berdoa kiranya Tuhan kita Yesus Kristus memberi
kesehatan dan rejeki bagi keluarga bapak dan ibu di sana, dan anak-anak kita
diberi hikmat dan kepintaran dari Tuhan.
Bapak, Ibu dan peserta
didik, marilah kita bersama-sama mendoakan agar pandemi ini segera berakhir. Tuhan
Yesus berfirman dalam Matius 11:28-29 : “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban
berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan
belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan
jiwamu akan mendapat ketenangan.”
Teriring salam dan doa dari saya, Samuel Gunawan (Guru PAK SMA Swasta Tunas Bangsa)
Selasa, 10 November 2020
Jadilah Pejuang
Hidup memang tidak semudah yang kita bayangkan, terkadang ada kerikil kecil yang mengganggu atau bahkan batu besar yang menghadang. Apapun itu, jadilah pejuang yang pantang menyerah.
Rabu, 04 November 2020
Kegiatan Keagamaan Kristen SMA Swasta Tunas Bangsa


RPP PAK Kelas XII Semester Ganjil (Multikulturalisme)
Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang dianut mereka.
Berikut ini contoh RPP PAK Kelas XII (Multikulturalisme)












